Jabulani bola Edan


MARSEILLE – Keluhan para kontestan Piala Dunia 2010 terhadap Jabulani bisa jadi disebabkan bentuk bola yang terlalu sempurna. Kok bisa?

Sebelum Piala Dunia Afrika Selatan digulirkan, kontroversi seputar Jabulani memang sudah santer terdengar. Sejumlah pemain, terutama kiper, mengeluhkan bola yang terlalu ringan dan cenderung liar itu.

Kiper sekaligus kapten Timnas Spanyol, Iker Casillas, menyebut Jabulani layaknya bola voli pantai. Gianluigi Buffon (Italia) dan Julio Cesar (Brasil) pun mengaku kecewa dengan bola resmi Piala Dunia 2010. Sementara, pelatih Inggris Fabio Capello menilai, Jabulani adalah bola terburuk yang bisa dipakai di ajang bergengsi empat tahunan tersebut.

Menyusul segala keluhan itu, beberapa ilmuwan pun melakukan penelitian guna menemukan akar permasalahan Jabulani. Kesimpulannya? Bola keluaran Adidas itu bisa jadi terlalu bundar sempurna sehingga tidak bisa melayang lurus.

"Jahitan di Jabulani berada di dalam, sehingga bola itu membentuk lingkaran sempurna," jelas Eric Berton, deputy director Institut Ilmu Pergerakan di Marseille, Prancis.

"Karena bentuknya itu, momentum kontak dengan kaki berkurang. Akibatnya, bola nyaris tidak berputar," lanjut Berton sebagaimana disitat Yahoo Sports, Rabu (30/6/2010).

“Bola menempuh jarak lebih pendek dan memiliki arah gerak yang sulit untuk ditebak, baik untuk striker maupun kiper,” tambahnya lagi.

Tes yang dilakukan Kazuya Seo (Yamagata) serta Universitas Takeshi Asai (Tsukuba) juga menunjukkan hal serupa: Jabulani mendekati bentuk bulat sempurna. Tidak heran, bola bisa saja tiba-tiba bergerak pelan di tengah udara, faktor yang jelas akan membingungkan para pemain.

"Artinya, kiper tidak lagi bisa mengantisipasi arah gerak bola," tandas ilmuwan asal Australia, Derek Leinweber, setelah melakukan serangkaian tes komputer seraya menemukan bahwa Jabulani bergerak lebih cepat dan sulit ditebak ketimbang pendahulunya.
(van)
Category: 0 comments

0 comments:

Post a Comment